Bintan juga memiliki sejumlah kawasan strategis, mulai dari kawasan Free Trade Zone (FTZ), kawasan pariwisata terpadu Lagoi, hingga kawasan industri. Menurut Roby, kondisi tersebut memberikan peluang untuk mengembangkan investasi, perdagangan, dan pariwisata.
"Bintan ini memang dianugerahi letak yang strategis, dekat dengan Singapura dan Malaysia. Alhamdulillah kita juga memiliki free trade zone di Kabupaten Bintan, termasuk kawasan pariwisata terpadu di Lagoi dan kawasan industri," jelas Roby.
Roby mengatakan percepatan investasi turut mendorong pertumbuhan ekonomi Bintan. Ia berharap kerja sama dengan Klaten dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kedua daerah.
"Kami juga ingin belajar dari Kabupaten Klaten yang mudah-mudahan kita bisa sama-sama membawa kemajuan untuk daerah kita. Semoga kerja sama terus berkesinambungan, UMKM maju dan berkembang hingga ke mancanegara," ujarnya.
Kerja sama Klaten dan Bintan selanjutnya diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Kedua daerah akan mendorong langkah konkret berupa promosi, pemasaran, pengembangan jejaring usaha, hingga pembukaan akses pasar bagi produk unggulan masing-masing.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas pasar UMKM, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, serta memperkuat sektor perdagangan dan pariwisata di kedua daerah.