"Ini adalah modal kepercayaan diri bagi mahasiswa untuk terus berkembang ke depan dan meyakini bahwa di Lamongan juga punya potensi besar yang bisa terus dikembangkan," ujarnya.

Menurut Yuhronur, pengembangan potensi itu membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan generasi muda perlu membangun kolaborasi agar potensi ekonomi Lamongan tidak berhenti sebagai potensi tetapi diolah menjadi peluang nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Forum itu juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat hubungan tim redaksi kebijakan pemerintah dengan kondisi ekonomi yang terjadi di lapangan.

Wakil Rektor I Unisla, Sugeng Dwi Hartantyo mengatakan, kampus ingin mahasiswa tidak hanya memahami persoalan ekonomi melalui teori di ruang kelas. Mereka juga perlu melihat langsung kondisi serta peluang yang ada di daerah.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang bagaimana kondisi ekonomi di Kabupaten Lamongan, sekaligus melihat potensi yang bisa dikembangkan ke depan," kata Sugeng.