"Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati guru, sayangi teman, dan jadikan setiap pengalaman di Sekolah Rakyat ini sebagai landasan menjadi pribadi yang lebih baik," kata Najmul.
Pemkab Lombok Utara, lanjut dia, berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program Sekolah Rakyat melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan seluruh pemangku kepentingan agar menjadi tempat tumbuhnya harapan dan lahirnya prestasi anak-anak Lombok Utara.
Sekolah Rakyat Terintegrasi I Lombok Utara saat ini menampung total 595 siswa. Dari 595 siswa 270 siswa berasal dari Kabupaten Lombok Utara, sisanya berasal dari Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan kabupaten di Pulau Sumbawa. Rinciannya, jenjang SD sebanyak 145 siswa, SMP 245 siswa, dan SMA 210 siswa.
Untuk tenaga pengajar, Sekolah Terintegrasi I Lombok Utara telah memiliki tenaga pendidik definitif. Terdapat 50 orang guru definitif dan 24 tenaga kependidikan, serta tambahan 32 orang guru berstatus ASN hasil seleksi nasional tahun 2024.
Kegiatan MPLS Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi I Lombok Utara dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Bupati Kusmalahari Syamsuri dan Forkopimda di NTB dan Lombok Utara, dan Kepala Sentra Paramita Mataram mewakili Kemensos Arif Rohman.