NADIKABAR.COM — Bupati Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Najmul Akhyar menjamin tidak boleh ada anak di wilayah itu putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi dengan hadirnya Program Sekolah Rakyat.
"Begitu kita peletakan batu pertama Sekolah Rakyat ini, saya ingin menegaskan bahwa di Lombok Utara tidak ada lagi anak-anak yang tidak sekolah karena ketidakmampuan ekonomi. Karena adanya Sekolah Rakyat ini menjawab semua itu," kata Najmul pada kegiatan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi I Lombok Utara, Senin.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program dengan tujuan mulia dari Presiden Prabowo Subianto untuk memuliakan anak-anak dari kalangan tidak mampu agar dapat mengenyam pendidikan di tempat yang layak dan sangat berkualitas.
"Jadi, ini lah yang kita harapkan. Karena itu para orang tua jangan lewatkan kesempatan baik ini," ujarnya.
Bupati itu menjamin, penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Lombok Utara tidak akan membebani orang tua siswa dengan pungutan apapun.
"Yang memiliki syarat, termasuk anaknya di Sekolah Rakyat ini tidak dipungut-pungut. Ada kesempatan yang sangat baik untuk anak-anak Bapak Ibu bisa bersekolah di tempat yang layak dan saya jamin berkualitas," tegas Najmul.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Lombok Utara.
Najmul menilai, pembukaan Sekolah Rakyat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol harapan baru dan langkah strategis pemerintah dalam perluasan akses pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan.
"Program ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan anak-anak mendapatkan kesempatan belajar dan mengembangkan potensi dirinya tanpa harus dibatasi oleh faktor sosial maupun keadaan ekonomi," katanya.
Dalam kesempatan itu, Najmul juga menitipkan pesan khusus kepada para guru dan tenaga kependidikan. Ia meminta agar para pendidik tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membimbing dan membentuk karakter siswa dengan kesabaran, ketulusan, dan kasih sayang.
"Kenalkanlah kepada mereka potensi serta kebutuhan mereka, karena setiap anak memiliki kemampuan dan keistimewaan yang berbeda," ucap Najmul.
Kepada para siswa, ia juga berpesan agar memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat sebaik-baiknya.
"Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati guru, sayangi teman, dan jadikan setiap pengalaman di Sekolah Rakyat ini sebagai landasan menjadi pribadi yang lebih baik," kata Najmul.
Pemkab Lombok Utara, lanjut dia, berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program Sekolah Rakyat melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan seluruh pemangku kepentingan agar menjadi tempat tumbuhnya harapan dan lahirnya prestasi anak-anak Lombok Utara.
Sekolah Rakyat Terintegrasi I Lombok Utara saat ini menampung total 595 siswa. Dari 595 siswa 270 siswa berasal dari Kabupaten Lombok Utara, sisanya berasal dari Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan kabupaten di Pulau Sumbawa. Rinciannya, jenjang SD sebanyak 145 siswa, SMP 245 siswa, dan SMA 210 siswa.
Untuk tenaga pengajar, Sekolah Terintegrasi I Lombok Utara telah memiliki tenaga pendidik definitif. Terdapat 50 orang guru definitif dan 24 tenaga kependidikan, serta tambahan 32 orang guru berstatus ASN hasil seleksi nasional tahun 2024.
Kegiatan MPLS Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi I Lombok Utara dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Bupati Kusmalahari Syamsuri dan Forkopimda di NTB dan Lombok Utara, dan Kepala Sentra Paramita Mataram mewakili Kemensos Arif Rohman.