Sementara itu, Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Sidoarjo terkait hal tersebut.
"Kami akan koordinasi pasti dengan Forkopimda Sidoarjo. Alhamdulillah Forkopimda Sidoarjo sangat luar biasa tanggapnya, responsnya dengan kami, kami dibantu terus. Jadi perihal belum ada SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) akan dipercepat dan dibantu oleh Sidoarjo," tuturnya.
Sementara itu, pengawasan terhadap SPPG juga disebut akan diperketat pasca-insiden keracunan tersebut.
"Pastinya akan lebih ketat. Kami dan pimpinan akan mengevaluasi kembali dari pusat. Sementara itu," pungkasnya.