NADIKABAR.COM β€” Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan menetapkan Pulau Pramuka sebagai percontohan "Pulauku Nol Sampah" sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan lingkungan pulau yang bersih, lestari, dan berkelanjutan.

β€œPulau berpenduduk yang dijadikan percontohan dalam penerapan program ini adalah Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara,” kata Fadjar di Jakarta, Rabu.

Pengelolaan sampah terpadu melibatkan seluruh elemen masyarakat, sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas lingkungan dalam penilaian Adipura.

Menurut dia, upaya mewujudkan "Pulauku Nol Sampah" tidak cukup hanya dengan mengandalkan kegiatan pengangkutan dan pembersihan sampah. Namun, diperlukan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat, terutama dalam memilah sampah sejak dari sumber serta mengoptimalkan pemanfaatan kembali sampah yang selama ini dianggap sebagai residu.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Fadjar, pihaknya mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di Pulau Pramuka. Mulai dari petugas PPSU, PJLP, tokoh masyarakat, pengurus RW, LMK, kader lingkungan dan kader sampah, hingga pelaku usaha serta masyarakat secara luas.

"Kolaborasi ini diharapkan dapat membangun tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan pulau dan menjaga 2,5 ton sampah yang dihasilkan setiap harinya tuntas di TPS 3R. Serta menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” kata Fadjar.

Dia menambahkan, dari sebelas pulau berpenduduk di Kepulauan Seribu, enam pulau telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Sementara pulau lainnya melakukan pengelolaan sampah sesuai dengan fasilitas dan kondisi setempat. "Sampah dari pulau-pulau wisata dan kawasan resort terdekat juga didorong untuk dikelola secara mandiri melalui fasilitas pengolahan yang tersedia," ujarnya.