Dedi menuturkan kegiatan bursa kerja yang telah dilaksanakan di Bekasi dan Depok akan terus dilaksanakan di kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat.

Dari kegiatan di dua daerah tersebut, antusiasme masyarakat pencari kerja sangat terlihat sehingga harus dilaksanakan kembali.

"Bupati dan wali kota segera adopsi ini, segera laksanakan, agar perusahaan terbuka dengan lowongan kerja, saya hanya mendorong saja," jelasnya.

Dedi mengatakan kepala daerah lebih memahami kondisi industri dan lapangan kerja di wilayahnya. Karena itu, kepala daerah perlu lebih kreatif dalam membuka akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat.

Menurutnya, aplikasi Nyari Gawe juga cukup efektif sehingga dapat diterapkan di daerah lain. Dedi mengungkapkan Bekasi pun sudah berkomitmen akan menggelar bursa kerja live setiap Jumat. Apalagi, di Kota dan Kabupaten Bekasi cukup banyak industri.

"Kemarin hanya 15 perusahaan dan 300 kesempatan kerja. Padahal industri dan perusahaannya mencapai sekitar 9.000. Kalau 9.000 mengumumkan bisa ada 30.000 lowongan kerja," tegasnya.

Dedi pun berpesan kepada kepala daerah dan polisi untuk mencegah adanya percaloan tenaga kerja. Selain itu, keamanan investor juga harus dijaga sehingga investasi di Jawa Barat akan terus meningkat yang berujung pada bertambahnya peluang lowongan pekerjaan.