NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) kembali menggelar Bursa Kerja Online yang disiarkan langsung melalui akun Tiktok Kang Dedi Mulyadi @dedimulyadiofficial.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terus mengajak masyarakat pencari kerja untuk bergabung dan melamar kerja sesuai posisi, terutama warga Depok.

"Untuk warga Depok dan sekitarnya, silakan memanfaatkan bursa kerja ini dengan melamar melalui aplikasi Nyari Gawe. Pilih sesuai kualifikasi dan lowongan yang ditawarkan," ujar Dedi dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).

Hal tersebut disampaikannya saat memantau langsung kegiatan bursa kerja ini yang berlangsung di PT YKK Zipper Kota Depok, Rabu (23/9/2026).

Pada bursa kerja kali ini, Pemprov Jabar menyediakan 1.057 lowongan dari 16 perusahaan di Depok dan sekitarnya. Salah satunya Alfamart yang membuka 600 lowongan untuk berbagai posisi, termasuk 100 posisi bagi penyandang disabilitas.

Adapun syarat pelamar minimal berusia 18 tahun dan merupakan lulusan SMA/SMK. Hingga kini, 1.700 orang telah mendaftar lowongan tersebut melalui aplikasi Nyari Gawe.

"Saya menyarankan agar tidak ada pembatasan usia. Jika usia tua namun masih produktif maka seharusnya masih diperbolehkan kerja, bahkan bisa menjadi daya tarik tersendiri," ucapnya.

Selanjutnya, PT XL Axiata membuka 200 lowongan bagi warga Depok berusia 18-40 tahun. Saat siaran berlangsung, tercatat 206 pelamar telah mendaftar melalui aplikasi Nyari Gawe.

Kemudian, PT Ebara Indonesia juga menawarkan banyak lowongan kerja seperti sopir untuk manajemen perusahaan hingga posisi sopir forklift (kendaraan pengangkut barang). Total puluhan lowongan ditawarkan.

Selanjutnya, Dedi mempromosikan lowongan kerja di jaringan ritel Indomaret. Khusus wilayah Depok, tersedia 50 posisi. Data saat live menunjukkan lebih dari 2.000 pelamar telah mendaftar melalui aplikasi Nyari Gawe.

Pihak Indomaret menyebut sebagian besar pelamar berasal dari luar Depok, seperti Bandung, Bogor, dan Sukabumi.

Pada kesempatan tersebut, Dedi terus mempromosikan lowongan kerja dalam giat bursa kerja tersebut selama sekitar satu jam live di Tiktok didampingi Walikota Depok Supian Suri.

"Warga Depok beruntung, kita bikin bursa kerja, jadi bisa tahu banyak lowongan. Jangan tunda, ayo segera melamar kerja," paparnya.

Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan kegiatan bursa kerja mempermudah masyarakat Depok untuk mengetahui adanya lowongan kerja, apalagi bisa melamar melalui aplikasi Nyari Gawe.

"Ayo semangat, lamar segera karena lokasinya dekat, masih di Depok. Bisa dekat dengan keluarga, banyak lowongan bisa dicek," ujarnya.

Diikuti Kota/Kabupaten lain di Jabar

Dedi menuturkan kegiatan bursa kerja yang telah dilaksanakan di Bekasi dan Depok akan terus dilaksanakan di kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat.

Dari kegiatan di dua daerah tersebut, antusiasme masyarakat pencari kerja sangat terlihat sehingga harus dilaksanakan kembali.

"Bupati dan wali kota segera adopsi ini, segera laksanakan, agar perusahaan terbuka dengan lowongan kerja, saya hanya mendorong saja," jelasnya.

Dedi mengatakan kepala daerah lebih memahami kondisi industri dan lapangan kerja di wilayahnya. Karena itu, kepala daerah perlu lebih kreatif dalam membuka akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat.

Menurutnya, aplikasi Nyari Gawe juga cukup efektif sehingga dapat diterapkan di daerah lain. Dedi mengungkapkan Bekasi pun sudah berkomitmen akan menggelar bursa kerja live setiap Jumat. Apalagi, di Kota dan Kabupaten Bekasi cukup banyak industri.

"Kemarin hanya 15 perusahaan dan 300 kesempatan kerja. Padahal industri dan perusahaannya mencapai sekitar 9.000. Kalau 9.000 mengumumkan bisa ada 30.000 lowongan kerja," tegasnya.

Dedi pun berpesan kepada kepala daerah dan polisi untuk mencegah adanya percaloan tenaga kerja. Selain itu, keamanan investor juga harus dijaga sehingga investasi di Jawa Barat akan terus meningkat yang berujung pada bertambahnya peluang lowongan pekerjaan.