NADIKABAR.COM — Gejolak pasar modal pada pasar ekuitas suatu negara selalu menguji dua hal sekaligus, yakni ketahanan fundamental ekonomi dan kepercayaan investor terhadap masa depan sebuah negara.

Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun menembus level 5.000 pada Oktober 2026, persoalannya melampaui fluktuasi harga saham harian. Peristiwa itu menjadi ujian bagi keyakinan publik terhadap prospek ekonomi Indonesia sekaligus momentum untuk memperkuat tata kelola pasar modal agar lebih transparan, kredibel, dan mampu menopang pertumbuhan nasional.

Dalam konteks ini, seruan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad untuk menggalakkan "Buy Indonesia" relevan. Ajakan tersebut penting karena mengingatkan bahwa perekonomian nasional tidak hanya dinilai dari pergerakan indeks harian atau sentimen investor global.