Tekanan pada IHSG ini juga tidak terlepas dari pengaruh dinamika penilaian internasional. Khususnya pada tanggal 15 Oktober 2026, ketika Morgan Stanley Capital Index (MSCI) mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
MSCI menyoroti isu transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, dan belum konsistennya pelaksanaan reformasi pasar. Keputusan final dijadwalkan paling lambat akhir Juni 2027. Artinya, Indonesia masih punya kesempatan untuk memperbaiki tata kelola dan membuktikan bahwa reformasi berjalan nyata.
Selanjutnya, Reuters melaporkan pada 20 Oktober 2026, IHSG sempat turun tajam selama dua hari sebelum kembali naik 5,3 persen. Pemulihan itu memberi ruang optimisme, tetapi belum cukup untuk memastikan bahwa kepercayaan investor pulih total. Pasar masih butuh bukti nyata soal transparansi, kepastian regulasi, dan perlindungan investor.