Pendinginan imersi mengubah konfigurasi tersebut. Alih-alih mengalirkan cairan pendingin ke pelat pendingin terpisah, modul baterai ditempatkan langsung di dalam cairan dielektrik yang tidak dapat menghantarkan listrik.

Dengan demikian, panas dapat berpindah dari permukaan modul yang bersentuhan langsung dengan cairan ke cairan di sekelilingnya.

Konfigurasi tersebut memperpendek jalur perpindahan panas antara baterai dan media pendingin, tetapi menghadirkan tantangan baru terkait wadah pelindungnya.

Cairan harus ditampung di dalam wadah, sementara komponen kelistrikan dan titik sambungan yang tidak dirancang untuk beroperasi di dalam cairan harus tetap terisolasi darinya.

Batas antara kedua area itulah yang menjadi fokus dalam desain kabinet baterai BYD.

Desain BYD membagi kabinet menjadi dua ruang terpisah, yakni kompartemen kering di bagian atas yang berisi komponen peralatan listrik dan kompartemen cairan di bagian bawah yang berisi modul sel yang terendam dalam cairan dielektrik.