NADIKABAR.COM — Cabai sering menempati ruang kecil dalam daftar belanja, tetapi gejolak harganya dapat mengubah perhitungan dapur keluarga.
Bagi sebagian rumah tangga, kenaikan beberapa ribu rupiah per kilogram terasa nyata karena cabai menjadi pelengkap yang hampir selalu hadir dalam masakan. Bagi pemerintah, komoditas ini juga memiliki arti lebih luas karena pergerakan harganya ikut memengaruhi inflasi pangan.
Menjelang akhir 2026, kewaspadaan terhadap gejolak harga cabai bukan tanpa alasan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada pekan keempat Oktober harga cabai merah meningkat 23,47 persen dibandingkan September 2026, sedangkan cabai rawit naik 12,49 persen.