"Sekarang cuma dapat 15 kilogram. Kadang rebutan malah cuma dapat 5 kilogram," ungkapnya.
Pasokan cabai rawit di lapaknya didominasi kiriman dari luar Ponorogo, terutama Tulungagung dan Kediri. Sementara cabai dari petani lokal disebut belum mampu memenuhi kebutuhan pedagang.
"Pengaruhnya ya banyak yang busuk. Kemarin-kemarin hujan, dadi ora patek merah," jelas Suprihatin.
Pedagang lainnya, Iin Puspitasari, juga menjual cabai rawit dengan harga Rp70 ribu per kilogram. Ia menyebut harga sebelumnya masih berada di kisaran Rp55 ribu-Rp60 ribu per kilogram.
"Stoknya sangat berkurang. Misal saya kulakan satu kresek, yang bagus cuma separuh," ujar Iin.
Iin mengatakan cabai yang diterimanya sering kali dalam kondisi mengkerut atau busuk. Kondisi tersebut membuat pedagang harus memilah cabai sebelum dipajang di lapak.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging ayam. Di Pasar Legi, harga daging ayam masih bertahan di angka Rp40 ribu per kilogram selama sekitar dua pekan.