NADIKABAR.COM — Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Probolinggo mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan harga hingga mencapai Rp15 ribu per kilogram ini disebut dipicu karena ketersediaan cabai di sejumlah pasar tradisional yang menipis.
Pantauan NadiKabar di Pasar Baru Kota Probolinggo pada Minggu pagi, harga cabai rawit yang sebelumnya di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram menjadi Rp60 ribu per kilogram. Sejumlah pedagang menyebut kenaikan harga ini karena pasokan ke pasar Probolinggo yang belum normal padahal daerah sentra produksi cabai di Jatim habis panen raya.
Para pedagang di Probolinggo pun saat ini mengandalkan pasokan dari petani lokal serta kiriman dari sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Situbondo. Ini seperti disampaikan salah satu pedagang di Pasar Baru Kota Probolinggo, Su'eb.
Su'eb mengatakan bahwa kenaikan harga cabai rawit terjadi secara bertahap dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan bahkan bisa mencapai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu dalam sekali perubahan harga.
Menurutnya, pasokan cabai saat ini memang masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Namun, stok dari sejumlah daerah lain mulai berkurang.
"Kemarin-kemarin panen raya di daerah Blitar dan Pasuruan. Jadi tidak ada barang," ujar Su'eb, Minggu (30/8/2026).
Ia memperkirakan harga cabai rawit masih berpotensi mengalami kenaikan apabila pasokan dari daerah sentra produksi belum kembali normal.
Pedagang lainnya, Suliyana mengatakan harga cabai rawit mulai naik sekitar empat hari terakhir. Dari sebelumnya Rp50 ribu per kilogram harga kemudian melonjak hingga Rp60 ribu.