Ketua Umum PODSI Basuki Hadimuljono menilai bahwa keputusan ini merusak pembinaan jangka panjang yang sudah disiapkan oleh federasi.

Apalagi peluang Indonesia mendapatkan posisi terbaik di klasemen akhir perolehan medali jadi berkurang, karena tidak adanya cabor dayung. PODSI menilai keputusan ini tidak sejalan dengan semangat sportivitas dan Olympism.

PODSI mengklaim pada sidang SEA Games Federation 31 Mei 2024, sudah diputuskan cabor-cabor yang akan diperlombakan untuk tiga edisi ke depan, yakni 2025, 2027, dan 2029, melalui kesepakatan tiga NOC, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Dayung termasuk di dalam kesepakatan tersebut.