Malaysia dianggap mengingkari kesepakatan itu sehingga PB PODSI akan mengajukan nota keberatan kepada SEAGF serta Komite Olimpiade Malaysia, terkait penghapusan cabor dayung.

"PODSI Meminta Kemenpora RI dan NOC Indonesia untuk secara resmi mengajukan nota keberatan kepada SEAGF dan OCM (Olympic Council of Malaysia) agar cabor dayung dapat ditinjau kembali. Kami tetap berkomitmen menjaga program pelatnas dayung untuk fokus ke kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 serta meminta dukungan moril dari seluruh masyarakat Indonesia untuk atlet dayung yang terdampak," ujar Basuki dalam pernyataan resmi.

"Dayung adalah kebanggaan Merah Putih. Hilangnya dayung di SEA Games 2027 bukan hanya kehilangan medali, tapi kehilangan marwah prestasi."