NADIKABAR.COM — Pemkab Lamongan memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat dan pertanian selama musim kemarau masih relatif mencukupi. Saat ini, sekitar 35,9 juta meter kubik air masih tersimpan di waduk dan rawa yang tersebar di wilayah Lamongan.

Data Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Lamongan mencatat total volume tampungan 44 waduk dan rawa mencapai 116.381.954 meter kubik. Dari jumlah tersebut, sekitar 80,4 juta meter kubik atau 70 persen telah digunakan. Sementara volume air yang masih tersedia mencapai sekitar 35,9 juta meter kubik atau 30 persen.

Kondisi tersebut dinilai masih mampu mendukung kebutuhan irigasi, terutama untuk sektor pertanian. Areal yang menjadi sasaran pengelolaan air meliputi 19.059 hektare tanaman padi, terdiri dari 16.021 hektare pada Musim Tanam (MT) II dan 3.038 hektare pada MT III.

Selain tanaman padi, suplai air juga diarahkan untuk 5.314 hektare tanaman palawija dan 185 hektare tambak.

"Secara umum untuk kebutuhan irigasi di Lamongan masih relatif mencukupi. Tetapi tentu kita tetap harus melakukan pengelolaan dan pengaturan distribusi air dengan baik, karena kita tidak tahu bagaimana kondisi kemarau ke depan," kata Kepala Dinas PU SDABK Lamongan Erwin Sulistya Pambudi, Rabu (9/9/2026).

Erwin mengatakan pengelolaan air tidak hanya bergantung pada jumlah air yang tersedia, tetapi juga distribusinya. Menurutnya, kebutuhan setiap wilayah berbeda sehingga diperlukan pengaturan agar air dapat menjangkau daerah yang membutuhkan.