"Melalui Majelis Pemberdayaan ini, saya berharap kita bisa bersinergi terus, menumbuhkan kemandirian, meningkatkan produktivitas, melahirkan kekuatan yang berdiri di atas kaki sendiri," jelasnya.

Cak Imin menambahkan, pesantren sudah saatnya menggunakan kurikulum untuk mencetak para santri menjadi orang kaya. Sehingga sejak awal para santri diseleksi sesuai potensinya masing-masing, lalu menguatkan mindset tujuan mereka masuk pesantren untuk menjadi pemimpin atau ulama yang kaya.

"Dengan mendesain kurikulum pesantren menciptakan satu peluang untuk terus tumbuh dan lahirnya para pelaku-pelaku usaha yang mandiri adalah pintu masuk kita untuk mewujudkan pemberdayaan yang sistematis. Pemberdayaan yang sistematis itu adalah terbangunnya ekosistem yang memperkuat proses dari terwujudnya produktivitas usaha yang tumbuh di masyarakat yang paling bawah," tandasnya.