Di penghujung September itu, para seniman Terminal Mendut untuk kedua kalinya menghadirkan karya seni kontemporer yang bertemakan hastabrata. Sebelumnya pada bulan yang sama, tema serupa juga diangkat dalam acara pertemuan pemuda lintas iman di Vihara Mendut, di samping Candi Mendut. Hastabrata dalam acara itu dilumerkan dengan keterhubungan elite-elite agama, menurut Sutanto Mendut.

Wali Kota Damar menanggap kelompok itu, yang membawakan karya seni teatrikal "Krisis Hastabrata" di bawah koordinasi seniman Munir Syalala di Studio Mendut. Acara tersebut juga diramaikan dengan pementasan tari, pembacaan geguritan, dan pidato dalam bahasa Jawa oleh anak-anak sekolah.