"Kami optimistis pengembangan maggot BSF, komposter, dan biopori dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di masyarakat," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (10/6).

Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Timbulan Sampah.

Pengelolaan sampah organik perlu menjadi prioritas karena sebagian besar sampah rumah tangga berasal dari sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan dedaunan.

Jika tidak diolah sejak dari sumbernya, volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang akan terus meningkat.