Indonesia turut mengharapkan agar pemimpin baru PBB dapat β€œmenguatkan suara negara-negara berkembang dan mewujudkan hasil konkret bagi semua,” demikian Kemlu RI.

Proses pemilihan Sekjen PBB masih belum mendapat titik terang usai jajak pendapat terbaru di DK PBB pada Oktober 30 berakhir tanpa hasil konklusif.

Menurut hasil yang bocor, seperti dilaporkan Xinhua, mantan wakil presiden Kosta Rika sekaligus sekjen petahana Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) Rebeca Grynspan memperoleh suara dukungan terbanyak, disusul Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi asal Argentina.

Adapun masa jabatan Sekjen PBB Antonio Guterres akan berakhir pada akhir tahun ini. Penggantinya dijadwalkan mulai menjabat pada 1 Januari 2027.