Selain itu, mereka makan malam dan beramah tamah bersama para seminaris, imam, pater, serta guru di Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Mataloko.

Mari dalam kesempatan itu menyampaikan komitmen untuk membantu perbaikan bangunan seminari yang rusak akibat gempa bumi.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menyampaikan, Camino de Flores berpotensi dikembangkan menjadi opsi layanan wisata terpadu di Pulau Flores.

"Perjalanan ini bukan hanya tentang berjalan kaki, tetapi juga tentang mengenal Flores lebih dekat, menyusuri tempat-tempat yang memiliki nilai spiritual dan budaya, serta berinteraksi dengan masyarakat di sepanjang jalur perjalanan," ia menjelaskan.

"Pengalaman seperti ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari perjalanan yang lebih mendalam dan bermakna," katanya.