Betrand Peto mencurigai adanya peretasan setelah mencari tahu. Betrand disebut kaget karena data-data pribadi yang gak pernah dia publikasikan tersebar di dunia maya.
"Dia melakukan pengecekan, siapa orang terakhir yang masuk ke dalam datanya dia. Dari situ semuanya terungkap bahwa ternyata selama ini data akunnya itu ada keterkaitan atau keterpautan dengan email yang tadi disebutkan sebagai email yang patut diduga meretas dan kita laporkan. Dan juga akhirnya muncul juga nomor-nomor yang tadi dibacakan," beber Minola.
"Ketika BP mencari tahu, ya, siapa orang yang terakhir masuk ke akunnya dia, yang mengutak-atik data pribadinya dia. Ya, jadi setelah dilakukan pengecekan, bahkan dengan berbagai macam cara pemulihan akun dan sebagainya, email itu tersebut muncul, juga termasuk nomor teleponnya," tegasnya.
Saat ini Betrand Peto dan Ruben Onsu menyerahkan semua proses hukum kepada Polisi. Mereka meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan memanggil dan memeriksa seluruh pihak-pihak yang melakukan peretasan, atau melakukan kejahatan dan turut serta melakukan kejahatan tersebut.