NADIKABAR.COM — Ruben Onsu mendapat kuasa dari Betrand Peto untuk melaporkan dugaan akses ilegal terhadap emailnya. Adanya dugaan peretasan itu membuat video pribadi Betrand Peto lagi nongkrong bareng teman tersebar.

Kejadian itu menjadi celah hukum untuk Betrand Peto dan Ruben Onsu membuat laporan polisi.

"Ini satu perbuatan hukum. Kemudian data yang diambil ini dibagikan untuk kemudian dipublikasikan. Ya, dan ada beberapa akun yang, secara terang-terangan mempublikasikan data pribadi tersebut. Hal-hal yang bersifat pribadi itu tidak akan mungkin diketahui oleh orang luar atau diketahui oleh pihak lain tanpa ada orang yang menyampaikan atau memberikan data tersebut," kata Minola Sebayang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

Minola mengingatkan meskipun kenal dengan pemilik data pribadi tersebut, tidak bisa sembarangan mengambil dan menyebarluaskannya. Bila mau mempublikasikan data tersebut harus ada izin dari pemilik.

"Kita tidak boleh mengambil tanpa izin yang bersangkutan. Kemudian, data yang diambil tersebut disalahgunakan, diberikan kepada beberapapihak, sehingga akhirnya muncul di ruang publik," tuturnya.

"Pada waktu pelaporan BP juga ikut menemani Ruben Onsu dan didampingi oleh tim kuasa hukum dari kantor ini, telah membuat laporan, ya. Peretasan tersebut, illegal access tersebut, kepada pemilik email," sambung Minola.

Kuasa hukum Ruben Onsu menyebut email sarwendah29@gmail.com dan melaporkan akun. Selain email, juga ada dua nomor yang mereka temukan dalam pelaporan itu.

"Disampaikan oleh BP, sepanjang yang dia ketahui adalah nomor telepon SW, ya," jelasnya.

Betrand Peto mencurigai adanya peretasan setelah mencari tahu. Betrand disebut kaget karena data-data pribadi yang gak pernah dia publikasikan tersebar di dunia maya.

"Dia melakukan pengecekan, siapa orang terakhir yang masuk ke dalam datanya dia. Dari situ semuanya terungkap bahwa ternyata selama ini data akunnya itu ada keterkaitan atau keterpautan dengan email yang tadi disebutkan sebagai email yang patut diduga meretas dan kita laporkan. Dan juga akhirnya muncul juga nomor-nomor yang tadi dibacakan," beber Minola.

"Ketika BP mencari tahu, ya, siapa orang yang terakhir masuk ke akunnya dia, yang mengutak-atik data pribadinya dia. Ya, jadi setelah dilakukan pengecekan, bahkan dengan berbagai macam cara pemulihan akun dan sebagainya, email itu tersebut muncul, juga termasuk nomor teleponnya," tegasnya.

Saat ini Betrand Peto dan Ruben Onsu menyerahkan semua proses hukum kepada Polisi. Mereka meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan memanggil dan memeriksa seluruh pihak-pihak yang melakukan peretasan, atau melakukan kejahatan dan turut serta melakukan kejahatan tersebut.