NADIKABAR.COM — Memberikan HP kepada anak dapat membantu mereka belajar, berkomunikasi, mencari informasi, hingga mengembangkan kreativitas. Namun, di era digital yang cepat ini perangkat yang terhubung dengan internet juga dapat membuka gerbang menuju berbagai konten dan interaksi yang belum tentu sesuai dengan usia anak.
Tanpa pengawasan yang cukup, anak dapat terpapar konten kekerasan, pornografi, perundungan siber atau cyberbullying, hingga berinteraksi dengan orang asing yang memiliki niat buruk.
Risiko tersebut juga semakin berkembang seiring penggunaan kecerdasan buatan (AI). Anak kini dapat dengan mudah menemukan berbagai layanan berbasis AI, sementara teknologi tersebut juga dapat disalahgunakan untuk menghasilkan konten berbahaya.
UNICEF mencatat anak-anak di Indonesia menghadapi risiko seperti paparan konten tidak pantas, cyberbullying, serta eksploitasi dan kekerasan seksual secara daring. Studi UNICEF Indonesia juga menemukan 50,3 persen anak yang disurvei pernah melihat gambar seksual di media sosial.
Untuk membantu orang tua mengawasi aktivitas digital anak, Google menyediakan Family Link, layanan yang memungkinkan orang tua mengelola sejumlah pengaturan pada akun dan perangkat anak.
Lantas, bagaimana cara menggunakannya?
Google Family Link merupakan layanan dari Google yang memungkinkan orang tua mengelola akun dan pengalaman digital anak yang menggunakan perangkat yang kompatibel.
Melalui Family Link, orang tua dapat menetapkan batas waktu penggunaan perangkat, memeriksa aplikasi yang digunakan, menyetujui atau memblokir aplikasi, mengatur sejumlah pembatasan konten, hingga melihat lokasi perangkat Android anak jika fitur dan perangkat mendukungnya.
Aplikasi Family Link dapat dipasang pada perangkat orang tua. Google menyediakan aplikasi tersebut untuk Android maupun iPhone dan iPad, sehingga orang tua tidak harus menggunakan perangkat Android untuk mengelola perangkat anak.
Cara menghubungkan akun anak dengan Family Link
Langkah pertama adalah memastikan anak menggunakan Akun Google yang dapat diawasi melalui Family Link.
Orang tua kemudian dapat memasang aplikasi Google Family Link pada HP yang digunakan untuk mengelola akun anak. Setelah masuk menggunakan akun orang tua, pilih atau tambahkan akun anak dan ikuti petunjuk yang muncul di layar.
Pada perangkat Android anak, akun Google tersebut kemudian digunakan untuk masuk sehingga pengaturan pengawasan dapat diterapkan.
Google menyebut sejumlah pengaturan yang dapat diterapkan setelah akun anak diawasi antara lain filter Google Penelusuran, kontrol Google Play, pembatasan situs di Chrome, batas waktu penggunaan, batas aplikasi, serta pengaturan lokasi perangkat.