Langkah tersebut menjadi semakin penting karena internet memiliki jumlah konten yang sangat besar dan tidak semuanya dibuat untuk anak.
UNICEF memperingatkan bahwa pornografi mudah diakses anak melalui lingkungan digital dan paparan pada usia dini dapat memberikan dampak negatif, termasuk membentuk pandangan yang keliru mengenai hubungan, objektifikasi dan kekerasan seksual.
Awasi penggunaan tanpa menjadikan anak merasa dimata-matai
Pengawasan digital sebaiknya tidak dilakukan secara diam-diam sebagai bentuk hukuman.
Orang tua dapat menjelaskan sejak awal bahwa Family Link digunakan untuk membantu menjaga keamanan anak ketika menggunakan internet. Anak juga perlu mengetahui aturan apa yang diterapkan dan mengapa aturan tersebut dibuat.
Hal ini penting karena tujuan pengawasan bukan hanya membuat anak tidak bisa membuka aplikasi tertentu, tetapi membantu mereka belajar mengenali risiko secara mandiri.
Misalnya, anak perlu mengetahui bahwa tautan dari orang yang tidak dikenal tidak boleh sembarangan dibuka. Mereka juga harus memahami bahwa tidak semua orang yang dikenal melalui internet adalah orang yang dapat dipercaya.
Family Link bukan pengganti pengawasan langsung
Meski memiliki berbagai fitur, Family Link bukan sistem yang dapat membuat anak sepenuhnya aman dari semua risiko internet.
Google sendiri menjelaskan bahwa kemampuan pengawasan dapat berbeda tergantung perangkat yang digunakan anak.
Selain itu, anak tetap dapat berinteraksi dengan konten dan orang lain melalui berbagai platform. Karena itu, orang tua tetap perlu mengetahui aplikasi apa yang digunakan, memahami kebiasaan digital anak dan membangun komunikasi yang terbuka.
Aturan penggunaan HP juga sebaiknya dibuat bersama. Misalnya, menentukan waktu tanpa HP ketika belajar, makan bersama keluarga atau menjelang tidur.
Dengan begitu, teknologi digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai satu-satunya pengawas.