Ditinjau dari kacamata penyaluran bansos, desil 6-10 bukanlah prioritas penerima. Dirujuk dari laman resmi Kementerian Sosial, hanya masyarakat desil 1-4 sajalah yang bisa diusulkan sebagai penerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) alias Program Sembako.
Sementara itu, desil 5 masih bisa diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI)-Jaminan Kesehatan (JK). Pun berkaca dari penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) 2025, penerimanya diambilkan dari desil 1-4 saja.
Di samping itu, berada di desil 6-10, atau lebih tepatnya 9 dan 10, berpotensi terdampak wacana pembatasan pembelian Pertalite. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Bahlil menjelaskan, pembatasan ini dilakukan agar Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi lebih tepat sasaran. Rencana pembatasan pembelian Pertalite untuk desil 9 dan 10 sendiri masih di tahap kajian.
"Tapi gini loh, masih, kita kan kalau desil 9,10 itu kan seperti saya, seperti Pak Ketua Asosiasi. Masa kita mau pakai subsidi? Ya sudahlah, yang kaya-kaya, yang sudah mampu itu jangan ngambil hak rakyat lah, kira-kira begitu. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," tutur Bahlil dalam acara International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Ada beberapa metode untuk mengetahui masuk desil berapa di DTSEN. Data yang diperlukan hanyalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) saja.