NADIKABAR.COM — Namanya juga punya ketua RT anggota kepolisian. Otomatis, keamanan lingkungan jadi salah satu prioritas dari ketua RT tersebut. Itulah yang dirasakan oleh warga RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka memiliki fasilitas untuk menjamin keamanan tempat tinggal mereka.
Imam Basori (43) merupakan ketua RT mereka, ia memiliki pangkat sebagai Ipda. Dia mengambil kuliah S1 jurusan Elektronika dan lanjut mengambil program studi Magister Administrasi Publik (MAP) di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).
Eits, jangan sembarangan. Semua warga berpartisipasi. Bahkan untuk pembangunan E-Gate 11 (portal keamanan dengan kartu akses), masyarakat bergotong royong membangun keempat gerbang yang ada di titik-titik perbatasan RT 11 dengan wilayah lain.
Arif Wicaksono (23) karang taruna RT 11 menceritakan kepada NadiKabar tentang program keamanan (security) yang dimiliki lingkungan mereka. Selain E-Gate 11 dan pembagian GPS tracker gratis, RT mereka punya siskamling.
"Setiap harinya ada yang bertugas, jam 12 sampai jam 2. Biasanya jam 12 itu dia nutup gerbang E-Gate. Kita ada 4 titik gerbang e-gate yang menggunakan kartu RFID. Setiap gerbang ada Patrolink, petugas tinggal scan QR, langsung ke-upload ke web," terang Arif.
Semua warga kebagian jadwal untuk 'ngeronda'. Mereka semua harus check-in di tiap portal yang ada kemudian memindai QR code yang ada untuk mengunggah laporan kondisi terkini. Bahkan, ada foto yang dapat di-upload agar laporan makin terjamin.
"Jadi kita bukan laporannya kayak yang zaman dulu, kita modern," kata Arif. Terang saja, RT ini menjadi Juara 1 Nasional Lomba Siskamling Polri.
Di samping itu, RT 11 punya layar besar di basecamp mereka untuk menampilkan 16 titik yang terpantau CCTV. Semua warga pun dapat mengakses tampilan CCTV dari HP mereka masing-masing.
Kalau ada kejadian emergency atau darurat, RT 11 punya yang namanya 'Panic Button'. Tombol panik ini ada di lapangan tempat berkumpul dan dapat diputar sehingga mengeluarkan suara sirine.
Ada lagi nih, yang namanya 'Si Jaga Warga'. Ini adalah pengumuman atau public announcement yang dilakukan setiap malam pukul 22.00 WIB. Anak-anak yang masih beraktivitas di luar rumah diimbau untuk segera masuk, ibu-bapak diingatkan untuk mematikan kompor dan alat elektronik tidak terpakai yang tercantol di aliran listrik.
'Si Jaga Warga' menggunakan suara dari warga RT 11 yang logatnya Betawi asli. Diiringi musik asyik, bahasa gaul, dan diselipkan pantun, rasanya sulit untuk tidak memperhatikan pengingat yang terdengar dari speaker-speaker 'Si Jaga Warga'.
Arif menceritakan membangun ini semua tidak butuh waktu lama. Selama warga bergotong royong dan pendanaan dari dana operasional RT dikelola dengan amanah, semua dapat terwujud satu per satu.
"Membangun E-Gate-nya dua minggu doang. (Untuk membangun sistem keamanan selengkap ini -- red) itu sekitar sebulan," tegasnya.
**Inovasi di RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tidak terbatas pada E-Gate dan pembagian GPS tracker saja. Simak di artikel NadiKabar selanjutnya untuk mengetahui lebih lanjut soal RT teladan ini**