"Terus kita mau tunjukin di satu event itu kita bisa kok bikin event yang enggak pakai plastik sekali pakai. Jadi tidak ada sampah plastik, sampah organik mungkin ada cuma kita bisa kelola," kata Ibar saat berbincang dengan NadiKabar, Minggu (30/8/2026).

Menariknya, workshop tak hanya menyasar warga yang menjadi peserta pinik bebas plastik. Panitia juga mengajak sejumlah pedagang di area taman untuk menerapkan kebiasaan tersebut.

Hasilnya, ternyata di luar dugaan. Para pedagang sepakat untuk berjualan tanpa membawa plastik kemasan demi bisa mendukung kampanye tersebut.

"Dan mereka mau. Yang sehari-hari mereka pakai plastik, mereka mau kok untuk enggak pakai plastik. Kita tekankan kalau enggak bawa wadah, kita bisa pinjemin. Yang penting ada ekosistemnya, nyiapin wadah, balikin lagi dan sebagainya. Itu kalau konsep kampanye ini," ucapnya.