Di agenda itu, koalisi memberi edukasi kepada warga dalam menangani sampah. Salah satunya dilakukan melalui metode kompos, yang berfungsi menekan sampah organik di rumah tangga.
Lebih jauh, Greenpeace kata Ibar turut menyoroti masalah penanganan sampah di berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali di Kota Bandung. Sebetulnya kata dia, setiap pemerintah daerah sudah memiliki regulasinya masing-masing, namun belum bisa dijalankan secara maksimal.
"Greenpeace melihat yang penting dan paling utama bagaimana membuat infrastruktur dan regulasi yang mendorong pemilahan. Karena sebagai manusia, ngomongin soal kompos, sampah sampah organik, tapi juga sebagian besar itu jadi masalah karena enggak dipilah dan tercampur semua," ujarnya.
"Kalau kami melihatnya dorong dulu pemilahan dari sumber, regulasi udah ada, cuma bagaimana anggaran itu bisa fokus ke pemilahan. Karena kita melihat anggaran pengolahan sampah di daerah tuh sangat kecil, Jakarta aja sebagai kota besar itu hanya 3-4 persen, bahkan di beberapa kota masih di bawah 1 persen. Ini sebenarnya komitmen political will untuk menaikkan anggaran pengolahan sampah yang mana itu juga fokus ke pemilahan," pungkasnya.