NADIKABAR.COM — Kompetisi olahraga antarkampus UniGames 2026 menjadi salah satu wadah untuk mencari bibit baru sepakbola putri. Ajang ini diproyeksikan menjadi bagian dari talent scouting menuju Liga Wanita Indonesia Musim 2.

Perwakilan Sepakbola Wanita Indonesia Ramadhana Wulandhani menegaskan pentingnya kolaborasi dengan sektor swasta untuk mendorong perkembangan sepakbola wanita di Indonesia. Menurutnya, semakin banyak wadah kompetisi akan membuka kesempatan lebih luas bagi para pemain untuk berkembang.

UniGames 2026 akan digelar di kawasan Karawaci, Tangerang, pada 6-11 Desember 2026. UniGames mempertandingkan tujuh cabang olahraga. Ketujuh cabor tersebut adalah sepakbola putri, biliar, jujitsu, taekwondo, shorinji kempo, kickboxing, dan wushu.

"Untuk Unigames, terima kasih banyak atas kegiatan ini karena sepakbola wanita memang butuh banget sektor swasta, selain federasi, Kemenpora, untuk membuat wadah-wadah kompetisi agar partisipasi sepakbola wanita meningkat," ujar Diani dalam jumpa persnya di kawasan Jakarta Pusat, pada Selasa (6/10/2026).

Diani mengungkapkan data dari basis data FIFA yang menunjukkan partisipasi sepakbola wanita di Indonesia masih berada di angka 3 persen. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan akan wadah kompetisi bagi pesepakbola putri.

"Dalam basis data FIFA, partisipasi sepakbola wanita di Indonesia masih 3%. Jadi butuh banget sektor swasta, seperti yang dilakukan Unigames, untuk menyediakan tempat bagi para pemain untuk bermain," jelasnya.

UniGames pun diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi antarkampus, tetapi juga menjadi panggung bagi pemain-pemain berbakat untuk masuk radar pencari bakat.

"Dan kita akan mengembangkan Liga Wanita Indonesia dan pemain-pemain yang bisa berprestasi di Unigames menjadi andalan scout untuk Liga Wanita Indonesia. Dan bukan tidak mungkin untuk masuk radar pencari bakat sepakbola wanita," ujar Dhani.

Menurutnya, keberadaan kompetisi seperti UniGames juga sejalan dengan strategi pengembangan sepakbola wanita Indonesia, khususnya dalam hal kompetisi reguler.

"Yang jelas, ini selaras dengan strategi sepakbola wanita Indonesia, yang pilar ketiganya adalah kompetisi reguler. Sepakbola wanita Indonesia membutuhkan kompetisi yang memang reguler agar dapat terus berkembang seperti ini," tuturnya.

Sementara itu, CEO Campus League Ryan Gozali mengatakan penyelenggaraan UniGames juga bertujuan mendorong cabang olahraga yang selama ini belum mendapatkan sorotan sebesar cabor populer.

"Biasanya kita hanya melihat pertandingan cabor-cabor populer. Padahal cabor-cabor UniHames inilah cabor-cabot yang menyumbangkan medali untuk Indonesia di multievent. Tapi tidak keliatan biasanya. Tapi kita tahu hasil tidak instan butuh proses sampai kita bisa mencapai prestaai tertinggi," ujarnya.

Ryan mengatakan Campus League ingin membawa tujuh cabang olahraga tersebut ke level yang lebih tinggi.

"Saat saya berbicara dengan 7 cabor, meski betul cabor ini belum semeriah cabor-cabot populer, tetapi dengan Campus League kamim ingin angkat cabor yang berprestasi untuk Indonesia ke level berikutnya," papar Ryan.

Dia juga menyoroti kontribusi cabang olahraga di luar olahraga populer terhadap prestasi Indonesia di ajang multievent.

"Posisi Indonesia di SEA Games dan Asian Games di luar cabor populer, sepak bola, basket, voli, ternyata di luar itu termasuk bela diri menyumbangkan total 97% medali untuk Indonesia," dia menjelaskan.

UniGames mempertandingkan total 103 nomor dengan 130 medali yang diperebutkan. Ajang ini juga memiliki sistem poin khusus untuk menentukan klasemen keseluruhan.

Medali perunggu bernilai dua poin, perak empat poin, dan emas tujuh poin. Jumlah medali yang dihitung juga disesuaikan dengan jumlah atlet yang bermain di masing-masing cabang olahraga. Sebagai contoh, sepakbola akan dihitung 11 medali, sedangkan bola basket dihitung lima medali.

Campus League 2026 sebelumnya telah menyelesaikan cabang olahraga bola basket dan bulu tangkis. Kedua cabor tersebut juga akan masuk dalam penghitungan klasemen keseluruhan.

UniGames menjadi panggung terakhir bagi perguruan tinggi peserta untuk mengumpulkan poin sekaligus menentukan kampus yang berhak menyandang gelar Grand Champions Season 1.

Selain gelar Grand Champions, pencapaian kampus juga akan mendapatkan apresiasi berupa beasiswa pendidikan dengan total nilai Rp4,1 miliar. Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi 10 kampus dengan posisi terbaik pada klasemen akhir Grand Champions.