"Ketika tetesan bermuatan tersebut menghantam lapisan pelindung, muatannya dilepaskan secara lokal dan dapat melubangi lapisan di titik-titik tertentu, mirip sambaran petir kecil, yang berdampak pada ketahanan lapisan tersebut,"imbuhnya.
Artinya, sebuah tetesan air dapat memperoleh muatan listrik saat bergerak melintasi permukaan. Ketika tetesan itu menghantam lapisan pelindung, muatan tersebut dapat dilepaskan secara tiba-tiba di titik benturan, yang berpotensi merusak material.
Dengan riset ini, para peneliti berharap dapat membantu ilmuwan mengembangkan lapisan pelindung yang lebih efektif dan tahan lama. Material semacam ini dapat meningkatkan perlindungan bagi situs warisan budaya, mobil, struktur bangunan besar, bahkan pagar taman biasa.