Burger cepat saji termasuk dalam daftar makanan yang perlu diperhatikan karena umumnya mengandung tiga jenis zat gizi yang jika dikonsumsi berlebihan dapat berdampak kurang baik terhadap kesehatan jantung, yaitu lemak jenuh, natrium, dan karbohidrat olahan, menurut Pratt dan Ahli gizi Catherine Nguyen-Ward, DO.

Burger cepat saji biasanya terdiri dari patty daging sapi dan keju yang mengandung cukup banyak lemak jenuh, roti yang dibuat dari karbohidrat olahan, serta saus atau topping dengan kandungan natrium tinggi. Zat-zat tersebut merupakan beberapa komponen yang disarankan oleh American Heart Association (AHA) untuk dibatasi.

Meski demikian, bukan berarti mengonsumsi burger sesekali menjadi masalah utama. Kekhawatiran lebih besar muncul ketika makanan seperti ini terlalu sering dikonsumsi hingga menggantikan makanan yang lebih minim proses dan mendukung kesehatan jantung, seperti kacang-kacangan, ikan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat membuat pola makan secara keseluruhan menjadi kurang baik bagi kesehatan jantung.

Pada makanan ramen instan atau mi instan, kekhawatiran terbesar terhadap kesehatan jantung biasanya adalah kandungan natriumnya yang sangat tinggi.

Satu kemasan mi instan bisa mengandung hingga 1.860 mg, artinya, satu mangkuk bisa memberikan 80 persen dari batas harian natrium yang direkomendasikan, yaitu sebesar 2.300 mg.

Kelebihan natrium berkaitan erat dengan tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Menurut Nguyen-Ward, mi-nya juga menjadi bagian dari permasalahan, sebab biasanya digoreng selama proses pengolahan.

Jika menyukai mi instan, ada beberapa cara untuk membuatnya sedikit lebih baik untuk kesehatan jantung. Coba hanya menggunakan sebagian bumbu atau menggantinya dengan bumbu sendiri. Kemudian, tambahkan protein tanpa lemak, seperti telur rebus atau ayam. Tambahkan pula sayuran seperti pakcoy, brokoli, jamur, atau wortel.