Minuman manis, seperti soda, teh manis, kopi, serta minuman energi, mengandung banyak gula tambahan dan sedikit nutrisi. Tak hanya itu, minuman ini dicerna dengan cepat dan tidak memberikan rasa kenyang dalam waktu lama.

Nguyen mengatakan, mengonsumsi terlalu banyak minuman manis bisa menyebabkan lonjakan gula darah, berkontribusi pada resistensi insulin, dan mendorong penumpukan lemak visceral, atau lemak berbahaya yang bisa memicu peradangan.

Konsumsi daging olahan, seperti sosis dan hot dog, sebaiknya dibatasi. Mengonsumsi daging olahan secara teratur bisa mempersulit tubuh menjaga tekanan darah dan kolesterol LDL (jahat) dalam kisaran yang sehat.

Seiring waktu, kombinasi tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dengan memberi tekanan lebih pada jantung dan pembuluh darah, serta berkontribusi pada penumpukan plak di arteri.

"(Daging-daging tersebut) sering kali tinggi natrium dan lemak jenuh, yang keduanya dapat menurunkan kesehatan jantung seiring waktu," kata Pratt.

Penelitian juga menunjukkan bahwa daging olahan dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi, seperti penyakit jantung koroner dan stroke, secara bergantung pada dosis. Artinya, asupan yang lebih banyak dikaitkan dengan risiko yang lebih besar.

Artikel ini telah tayang di NadiKabar, baca selengkapnya di sini