Pada Jumat (10/4/2026), kecelakaan melibatkan dua truk terjadi di KM 698+800A Tol Jomo.

Truk Colt Diesel bermuatan paket dari Jakarta menuju Surabaya menabrak bagian belakang dump truck yang mengangkut tanah bahan keramik.

Kecelakaan tersebut menewaskan sopir dan kernet truk bermuatan paket. Polisi menduga pengemudi truk mengantuk dan kurang konsentrasi sehingga tidak dapat menghindari dump truck di depannya.

Sementara sopir dan kernet dump truck selamat.

Dua hari setelah kecelakaan dua truk, insiden terjadi di exit Tol Bandar, Jombang, pada Minggu (12/4/2026).

Pikap Suzuki Carry bernopol L 8252 NG yang membawa mesin diesel terbakar setelah muncul asap dari bagian mesin. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.

Pengemudi bersama dua penumpang berhasil keluar dari kendaraan sebelum api membesar dan membakar seluruh pikap beserta muatannya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Pada Kamis (21/5/2026), Bus Sudiro Tungga Jaya bernopol AE 7264 UP terguling di KM 686+700A Tol Jomo.

Bus yang membawa 15 penumpang itu melaju dari Magetan menuju Surabaya. Saat berada di lokasi, bus tiba-tiba oleng ke kanan, menabrak beton median, kemudian terperosok dan terguling.

Sembilan orang mengalami luka-luka. Lima di antaranya mengalami luka berat dan empat lainnya luka ringan.

Polisi menduga pengemudi mengantuk sehingga kehilangan kendali atas kendaraan.

Sehari setelah kecelakaan Bus Sudiro Tungga Jaya, kecelakaan kembali terjadi di Tol Jomo. Pada Jumat (22/5/2026), bus pariwisata bernopol B 7579 TK menabrak bagian belakang truk boks di KM 700+800B.

Bus yang membawa sekitar 13 penumpang tersebut melaju dari Bali menuju Jakarta. Truk boks yang ditabrak mengangkut sekitar 4 ton keramik.

Kecelakaan itu menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka ringan. Polisi menduga pengemudi bus kurang mengantisipasi jarak aman sehingga menabrak bagian belakang truk.

Pada Sabtu (30/5/2026), minibus Isuzu Elf bernopol M 7082 UH terguling di KM 705+600B Tol Jomo.