NADIKABAR.COM — Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2026, Reda Manthovani menginginkan kejutan prestasi terus bermunculan dari para atlet Indonesia yang bersaing di Nagoya.
"Apa pun bisa terjadi, kejutan prestasi itu bisa saja muncul karena pemenang tidak ditentukan di atas kertas tetapi di medan pertandingan," kata Reda Manthovani saat ditemui di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Nagoya, Jepang, Selasa.
Dia mengatakan para atlet Indonesia mulai menunjukkan penampilan mengejutkan pada hari pertama setelah pembukaan Asian Para Games 2026.
Pada Senin (19/10) malam, cabang olahraga para renang membuka keran medali emas pertama bagi Indonesia melalui penampilan Maulana Rifky Yavianda, yang memenangkan final nomor 100 meter gaya bebas putra.
Pada hari ini, kata dia, atlet para atletik Lia Prianti juga memberikan kejutan dengan mempersembahkan medali perak. Pencapaian tersebut bahkan berada di luar perkiraan sebelumnya.
"Walau tanpa target, medali perak bisa didapat. Itu membuat atlet-atlet yang lain tambah semangat," katanya.
Manthovani berharap kejutan prestasi tersebut terus bermunculan dari para atlet Indonesia yang masih bersaing dalam pesta olahraga multicabang terbesar di Asia bagi atlet penyandang disabilitas itu.
Lebih lanjut, dia menjelaskan pencapaian para atlet Indonesia selama dua hari pertandingan hampir sepenuhnya sesuai dengan perkiraan.
Dia mengakui masih ada satu atau dua atlet yang belum mencapai target karena belum beruntung.
"Ada kemarin yang sudah kami perkirakan dapat emas, itu meleset satu, tapi enggak apa-apa, karena ada juga yang lain. Sebanyak 90 persen sudah sesuai perkiraan kita," katanya.
Manthovani meminta para atlet untuk terus menjaga fokus dan semangat juang agar dapat menambah koleksi medali demi mencapai target yang diinginkan tim Merah Putih.