NADIKABAR.COM — CdM Indonesia Todotua Pasaribu puas dengan pencapaian di Asian Games 2026. Sebab target lima medali emas melampaui target.

Hingga hari terakhir pelaksanaan Asian Games, Minggu (4/10/2026), Indonesia finis posisi ke-15 dengan 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

Pencapaian ini memang menurun dari edisi sebelumnya di Hangzhou 2022 di mana mereka meraih 7 emas, 11 perak, dan 18 perunggu. Namun, dengan segala persoalan di lapangan dan luar lapangan, Indonesia mampu melewati target empat emas yang diberikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.

Apalagi di edisi kali ini, Sejumlah nomor seperti menembak 10 m running target campuran dan putra yang menyumbangkan dua medali emas Hangzhou, kini tidak dipertandingkan. Begitu juga dengan Dragon Boat 1000m putra.

"Alhamdulillah, puji syukur. Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik," ujar Todotua di Rumah Indonesia (3/10).

Meski demikian, terdapat sejumlah nomor yang menjadi pendulang medali emas dan mencetak sejarah dan rekor Asian Games. Lifter Rahmat Erwin mencatatkan total angkatan 366kg, yang jadi rekor dunia di kelas 75kg.

Begitu juga Desak Made dari Panjat Tebing yang mengukir rekor Asia di kelas women speed dengan catatan waktu 6,062 detik.

Sejarah juga tercipta di nomor bulutangkis putra Indonesia yang berhasil mengalahkan China di final. Hasil ini membawa Indonesia lepas dari kebuntuan medali emas Asian Games selama 28 tahun.

Sementara dari Panahan, Nurisa Dian Ashrifa adalah atlet yang pertama kalinya mempersembahkan emas dalam sejarah Asian Games . Kejutan juga datang dari cabor-cabor debutan seperti Teqball, Padel, MMA dan Esport yang berhasil membawa pulang medali perak dan perunggu ke Tanah Air.

Bagi Todotua, segala perjuangan atlet Indonesia di Aichi-Nagoya, mengingatkan dirinya kepada motif Gorga dan Limar yang dikenakan oleh Kontingen Indonesia selama di Jepang.

"Saya teringat saat defile pembukaan. Tim Indonesia berjalan membawa Gorga dan Limar. Gorga melambangkan kekuatan dan perlindungan, sementara Limar membawa makna kehormatan dan keunggulan. Hari ini, filosofi itu seperti menemukan maknanya sendiri," ucapnya.

Dia menyebut seluruh rangkaian kerja Tim CdM sejak masa persiapan, keberangkatan, selama atlet dan ofisial bertanding, hingga kepulangan menjadi bagian dari evaluasi yang akan dilaporkan kepada NOC dan Kemenpora.

"Selebihnya nanti kita akan laporkan ke NOC dan juga kepada Kemenpora untuk menjadi suatu review bagi dunia industri olahraga nasional kita ke depannya," ujar Todotua.

"Sekali lagi, terima kasih kami dari CdM. Mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, kepada seluruh tim Chef de Mission, kepada NOC, Kemenpora, kepada seluruh sponsor yang memberi supporting kepada kami, dan juga Kedutaan Besar Jepang yang memberikan support, serta pemerintah negara Indonesia yang memberikan support," katanya.

Apresiasi dari Pengurus Cabor dan Atlet

Ketua PB PABSI, Rosan Roeslani, memberikan selamat kepada Todotua beserta timnya dalam menangani berbagai dinamika selama Asian Games. Pasalnya, respons cepat dari CdM dan tim memberikan rasa nyaman bagi atlet dan ofisial menjelang maupun saat menjalani pertandingan.

"Mereka menyampaikan bahwa CdM dan tim sangat responsif dengan semua perkembangan dan tantangan yang ada, sehingga ini juga memberikan kenyamanan untuk para atlet dan ofisial saat akan bertanding. Harus kita acungi jempol," ujar Roslan.

Apresiasi juga hadir dari Atlet tembak Indonesia kategori Rifle, Vidya Rafika, menyebut kehadiran langsung CdM di lapangan tembak menjadi bentuk perhatian yang membuat para atlet merasa diperhatikan dan didukung selama menjalani pertandingan.

"CdM juga datang langsung ke lapangan tembak dan menyoroti kita sebagai atlet dan kita, sebagai atlet bahagia dan senang dengan kehadiran tersebut," ujar atlet yang kerap disapa Fika itu.

Atlet wushu peraih medali perunggu, Thania Kusumaningtyas, juga menilai Todotua merupakan sosok yang ramah sekaligus memberikan dukungan kepada para atlet.

"Ramah dan support banget," ujar Thania.