Selanjutnya, mereka akan dilatih di balai latihan kerja (BLK) daerah melalui kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
"Kemudian kita salurkan kepada perusahaan-perusahaan yang memang membutuhkan melalui ikatan MoU dan PKS (Perjanjian Kerja Sama). Saat ini sedang kita persiapkan untuk di-launching secara nasional," ungkap Suyudi.
Tak hanya masyarakat umum, Poliran juga secara khusus menyasar warga binaan pascarehabilitasi narkoba. Dengan pelatihan itu, mereka diharapkan tidak terjerumus kembali (relapse).
"Kita juga sudah bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja, Sosial, dan Kesehatan, kita latihkan secara soft skill, sehingga masyarakat kita yang pada hakikatnya berkebutuhan tadi, ya dalam hal pekerjaan, itu bisa kembali produktif setelah dilatihkan secara soft skill tadi itu. Nah ini prinsip daripada Poliran," terang Suyudi.
Pada kesempatan yang sama, Mendes PDT Yandri Susanto menyambut rencana program Poliran. Menurutnya, program ini sejalan dengan agenda '12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia' yang tengah digencarkan pihaknya.