Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas solusi dari sisi ekonomi, antara lain pengembangan sumber mata pencaharian masyarakat di sekitar kawasan.
"Jadi solusi ekonomi berkaitan dengan 41 juta masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hidrologi gambut, sehingga kita juga perlu memikirkan mata pencaharian jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang," tuturnya.
"Tadi juga sudah dibicarakan bagaimana sagu sebagai alternatif untuk jangka panjang, karena sagu ini butuh waktu kurang lebih 8 tahun. Kemudian ada kopi sebagai solusi jangka menengah, dan beberapa tanaman hortikultura yang menjadi tanaman yang dianggap efektif untuk jangka sangat pendek," lanjut Kepala BRIN.