Keberadaan Posko Terpadu diharapkan mampu mempercepat penyampaian informasi di lapangan sekaligus memperkuat sinergi antarpihak. Dengan demikian, setiap potensi Karhutla dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Hasil peninjauan selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya dalam memantau kondisi lahan gambut dan kesiapan personel serta sarana pendukung menghadapi potensi peningkatan risiko Karhutla pada musim kemarau.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak empat personel BPBD dan sembilan anggota MPA Desa Tanjung Peranap turut terlibat. Sinergi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla. Dari hasil peninjauan, tidak ditemukan titik api maupun kejadian Karhutla di sekitar lokasi kegiatan.