Product Marketing Manager Omi, Lukas, mengatakan keamanan pengguna menjadi salah satu perhatian dalam membangun pengalaman kencan daring.

“Bagi Omi, keamanan pengguna sangat penting untuk menciptakan pengalaman online dating yang nyaman. Namun, teknologi saja tidak cukup. Pengguna juga perlu memahami risikonya dan menjaga keamanan diri saat berinteraksi dengan orang baru di internet,” ujarnya.

Ia menjelaskan Omi menggunakan sistem AI untuk mendeteksi dan memblokir gambar profil yang dibuat menggunakan AI dengan tingkat pencegahan yang diklaim mencapai 95 persen.

Untuk indikasi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, Omi juga menerapkan proses peninjauan secara manual oleh tim moderasi.

Omi menyebut Fraud and Scam Rate pada platform tersebut secara konsisten berada di bawah 0,15 persen. Perusahaan juga menyatakan lebih dari 681 ribu orang di Indonesia telah menemukan pasangan melalui platform tersebut.

Dari sisi penegakan hukum, Iptu Wiwit Widayanto, S.H. dari Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur, menyampaikan pengalaman penanganan kasus love scam di wilayah Jawa Timur.

Ia menyebut kerugian tertinggi dalam kasus love scam yang pernah ditangani Polda Jawa Timur mencapai sekitar Rp1,1 miliar dengan jumlah korban lebih dari 53 orang.

Wiwit juga menjelaskan mekanisme pelaporan apabila masyarakat menjadi korban penipuan daring dan mengimbau korban untuk tidak ragu mencari perlindungan serta menempuh jalur hukum.