Ia turut mengapresiasi kegiatan edukasi yang dinilai dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai modus love scam.
Sementara itu, Dosen Fakultas Psikologi Ubaya sekaligus Co-founder Savy Amira, Dr. N. K. Endah Triwijati, M.A., menjelaskan bahwa pelaku dapat menggunakan berbagai pola pendekatan untuk membangun kedekatan dan memengaruhi korban secara emosional.
Ia menekankan pentingnya menjaga self-boundaries dalam membangun relasi di ruang digital. Selain itu, stigma terhadap korban perlu dikurangi agar mereka tidak takut berbicara dan melaporkan pengalaman yang dialami.
Dalam sesi edukasi keselamatan digital, Pakar Keamanan Omi, Luna, bersama Ketua Savy Amira, Siti Mazdafiah, membagikan sejumlah langkah yang dapat diterapkan masyarakat ketika berinteraksi melalui platform kencan daring.
Pengguna disarankan mengutamakan interaksi dengan akun yang telah terverifikasi sebagai langkah awal untuk mengenali keaslian akun, serta tetap menggunakan fitur komunikasi resmi di dalam aplikasi sebelum membagikan kontak pribadi atau beralih ke saluran lain. Selain itu, hubungan emosional perlu dipisahkan dari urusan finansial dengan mewaspadai permintaan uang, tawaran investasi, maupun permintaan data pribadi sensitif. Jika memutuskan untuk bertemu secara langsung, pengguna sebaiknya memilih lokasi publik yang ramai dan memberi tahu kerabat mengenai rencana pertemuan untuk menjaga keamanan.
Kegiatan tersebut ditutup dengan komitmen para pihak untuk memperkuat kolaborasi antara aparat penegak hukum, lembaga pengada layanan, akademisi, dan penyedia platform dalam meningkatkan keamanan interaksi digital.
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk membangun ruang digital yang lebih aman sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali dan merespons berbagai modus penipuan berbasis teknologi.