NADIKABAR.COM — tetangga gegara persoalan pembakaran sampah yang viral belum menemui titik temu. Sampai Sabtu 5 September 2026 pagi, persoalan warga Jalan Lesti, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu itu belum masuk dalam tahap mediasi atau solusi akhir.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Novrinia Indraswari, pembuat video yang viral sekaligus pihak yang menegur tetangganya terkait pembakaran sampah. Ia menegaskan, sampai saat ini belum ada komunikasi dari tetangganya terkait persoalan yang sudah viral tersebut.

"Enggak ada itu (informasi damai), belum ada sama sekali. Sampai sekarang belum ada mediasi yang ketemu titik terang atau permintaan maaf secara langsung dari pihak yang bersangkutan," ujar Novrinia saat dihubungi NadiKabar, Sabtu (5/9/2026).

Novrinia mengaku, pada Jumat (4/9/2026) kemarin, pihaknya memang sempat dihubungi secara mendadak oleh pihak kelurahan untuk datang ke kantor menghadiri mediasi.

Namun, proses tersebut dinilainya membingungkan lantaran dirinya diminta hadir sendirian tanpa didampingi suami, sementara di lokasi disebut sudah ada pihak lawan bersama pengacara.

"Saya diminta ke kelurahan saat itu juga dan harus sendiri, tidak boleh sama suami. Lah, saya di rumah menjaga bayi dan suami lagi kerja. Begitu saya minta ditunda besok biar ada pendamping, malah ditakut-takuti soal konsekuensi hukum," ungkapnya.

Selain desakan mediasi yang terburu-buru, Novrinia juga menyayangkan adanya permintaan untuk segera menghapus video unggahannya sebelum ada penyelesaian yang adil bagi keluarganya. Desakan penghapusan video itu dilakukan oleh pihak kelurahan.

"Pak lurah juga minta videonya di-take down. Jujur saya berat hati kalau main hapus gitu aja. Orang yang membakar sampah sampai sekarang belum ke rumah minta maaf, kalau cuma selesai begitu saja ya saya yang rugi," tegas Novrinia.

Aksi pembakaran sampah tersebut sejatinya sudah dikeluhkan warga sekitar karena dilakukan hampir setiap hari. Kekesalan Novrinia memuncak setelah asap pekat bau ban dibakar masuk ke dalam rumah dan mengancam kesehatan bayinya yang pernah memiliki riwayat infeksi paru-paru.

Guna menyelesaikan persoalan ini secara objektif, jajaran kepolisian dari Polsek Batu telah menjalin komunikasi langsung dengan Novrina untuk menggali keterangan resmi.

"Kanit Polsek Batu sudah komunikasi via WhatsApp. Rencananya polisi mau sowan ke rumah untuk minta keterangan lebih lanjut. Saya berharap ada penanganan yang adil dan memberikan efek jera," tandasnya.