"Terus istri saya teriak-teriak, 'Pah tolong, Pah! Aku dipiting' Nah, saya tuh udah, udah nggak bisa ngelihat istri saya, tapi masih bisa dengar suaranya, kan kondisi sudah rame," ungkapnya.

Imbas penganiayaan itu, Agung dan istri mengalami luka di bagian kepala. "Kalau saya luka di bagian kepala belakang, istri di leher sama rambut, ditarik, dijambak," tuturnya.

Agung mengatakan pada Senin (12/10), jalan di rumahnya masih ditutup warga RT 7 menggunakan hebel. Akhirnya Agung memarkirkan mobil melalui persetujuan RT setempat namun berujung mobil dirusak.

"Lebih parahnya lagi, mobil kami dirusak. empat ban kami dirusak, tiga bannya disobek. Nah, dari situ saya mulai, 'Wah, udah nggak wajar ini', akhirnya saya membuat laporan ke polisi," ungkapnya.

"Membuat tiga laporan polisi, yang pertama perusakan, yang kedua penganiayaan terhadap istri, yang ketiga penganiayaan terhadap saya," tambahnya.

Polisi sempat memediasi warga RT 7 dan Perumahan Zenix Cimanggis yang berselisih akibat teguran pembakaran sampah. Kasus itu sempat berakhir damai.

"Sudah selesai mediasi semalam dan diselesaikan damai," ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan saat dihubungi wartawan, Senin (12/10).