“Kami ingin setiap kerja sama internasional menghasilkan nilai ekonomis yang nyata bagi Indonesia. Bukan hanya aircraft, tetapi investasi, teknologi, kemampuan industri dan kesempatan kerja baru,” katanya.
Whitesky menargetkan pengembangan hingga 200 eVTOL dalam satu dekade, sebuah skala yang menurut perusahaan akan membutuhkan ekosistem jauh lebih besar dibanding pengadaan aircraft semata.
Investasi akan berkaitan dengan kebutuhan operasi, infrastruktur, perawatan, charging, teknologi, pelatihan serta pengembangan human capital.
Karena itu, dia ingin keliling Asia tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan perusahaannya dengan bukan hanya produsen peralatan asli (OEM), tetapi juga financial institutions, technology providers, infrastructure partners hingga battery and energy companies.