Bagi Denon, angka Rp 21 triliun tidak boleh berhenti sebagai nilai aset.

Skala pengembangan tersebut harus mampu mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi baru di sektor penerbangan serta membuka rantai bisnis pendukung yang sebelumnya belum berkembang di Indonesia.

Pihaknya memproyeksikan pembangunan ekosistem 200 eVTOL dapat menciptakan dan mendukung tidak kurang dari 1.000 lapangan pekerjaan baru. Kebutuhannya akan berkembang mulai dari pilot, engineer dan technician hingga maintenance, vertiport operation, charging infrastructure, safety, training dan digital aviation.

"Kalau investasi sebesar ini hanya menghasilkan penambahan armada, berarti peluangnya belum kita maksimalkan. Yang kami kejar adalah bagaimana investasi tersebut menciptakan pekerjaan, kemampuan dan industri baru," katanya.