"Kalau yang makan bubur itu perintah dari kapten, nah dia nakhoda. (Namanya) Sarman. (Yang mukul) kapten juga dengan Anjas, wakil. Ya kasar dia. Melakukan kekerasan terus dia setiap hari," ungkapnya.

Selain dipukul, Syawal juga melihat dua orang rekannya disiram air panas. Katanya hal itu dilakukan setiap hari.

"Kalau pembunuhan nggak. Kekerasan tangan aja ya seperti dipukul, terus tendang, kadang pun siram air panas. Yang disiram air panas cuma dua orang aja," katanya.

Sebelumnya, Syawal mengaku pekerjaan jadi ABK kapal ditawarkan oleh seorang calo. Katanya dia mengenal orang tersebut, dan diberi pinjaman sebesar Rp 7 juta sebagai uang muka.

"Nah, saya ditawarkan kerja dengan calo, lalu saya mau. Sudah kenal. Mau ditawarin kerja terus kasbon Rp 7 juta," ucapnya.