Setelah berbincang dengan Putri, Ayu melanjutkan perjalanan menuju warung bakso di kawasan Sawangan. Ia bertemu sejumlah mitra pengemudi perempuan Grab lainnya yang tergabung dalam komunitas Lady Grab.

Bagi para anggotanya, komunitas tersebut bukan sekadar tempat berkumpul. Mereka saling berbagi informasi mengenai pekerjaan, kondisi jalan, hingga situasi yang perlu diwaspadai saat berkendara. Komunitas ini juga menjadi ruang bagi para mitra pengemudi perempuan untuk berbagi pengalaman dan mendukung satu sama lain.

Salah satu mitra pengemudi, Mak Neti, bercerita soal dukungan dari anggota komunitas saat ada mitra pengemudi lainnya yang mengalami kendala.

"Kalau ada kendala di jalan, kami biasanya saling memberi kabar di grup komunitas. Teman-teman bisa ikut membantu, memberi informasi, atau memastikan kondisi kita aman," jelas Mak Neti.

Bantuan itu dapat diberikan ketika ada anggota yang mengalami masalah kendaraan, kesulitan menemukan lokasi, atau membutuhkan informasi saat sedang bekerja. Dengan begitu, para mitra pengemudi tidak selalu menjalani aktivitasnya sendirian.

Fitur Keselamatan untuk Driver Perempuan

Selain fleksibilitas dan solidaritas komunitas, beberapa mitra pengemudi perempuan mengaku tetap menerima order hingga malam hari. Karena itu, fitur keselamatan menjadi salah satu hal yang mereka pertimbangkan ketika bekerja.

"Kalau terjadi apa-apa, kami bisa menekan tombol SOS dan ada pusat bantuan yang akan menghubungi," kata salah satu mitra.

Fitur ini memungkinkan mitra pengemudi mendapatkan bantuan saat menghadapi situasi darurat selama perjalanan.

Berdasarkan data Grab Indonesia, sebanyak 54 persen mitra pengemudi perempuan bergabung karena alasan fleksibilitas. Sementara itu, 55 persen lainnya menyebut ingin membantu keluarga, memenuhi kebutuhan finansial, atau memperoleh penghasilan tambahan.