NADIKABAR.COM — Mantan petenis nasional Beatrice Gumulya tidak pernah menyangka dirinya akan kembali tampil di Asian Games setelah mengakhiri karier tenis dan beralih menekuni olahraga padel.

Namun, dua tahun setelah mulai bermain padel, Beatrice akhirnya kembali ke panggung Asian Games dan berhasil membawa pulang medali perunggu bersama Novela Putria.

"Sejujurnya tidak. Tidak pernah terpikirkan," kata Beatrice ketika ditanya apakah dirinya pernah membayangkan kembali tampil di Asian Games melalui cabang olahraga yang berbeda seusai berhasil meraih perunggu di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Sabtu.

Beatrice sebelumnya tampil di Asian Games sebagai petenis. Ia mengaku kegagalan meraih medali pada ajang tersebut menjadi salah satu motivasi ketika mendapat kesempatan untuk kembali berkompetisi di Asian Games.

"Pada Asian Games sebelumnya saya tidak mendapatkan medali. Jadi, saya sangat senang bisa bermain di Asian Games lagi kali ini, meskipun cabangnya berbeda," ujar atlet berusia 35 tahun itu.

Setelah mengakhiri karier tenis sekitar dua tahun lalu, Beatrice awalnya hanya menjadikan padel sebagai aktivitas untuk mengisi waktu dan bersenang-senang.

Ia bahkan tidak menyangka olahraga tersebut akan membawanya ke kompetisi internasional, apalagi hingga Asian Games.

"Saat berhenti bermain tenis, saya merasa sudah selesai. Padel awalnya hanya untuk bersenang-senang. Saya memang ingin mencoba bermain di turnamen FIP, tetapi tidak berpikir akan sampai ke Asian Games tahun ini," kata Beatrice.

Kesempatan tersebut kemudian membuat Beatrice kembali serius berlatih. Bersama Novela, ia menjalani persiapan intensif, termasuk berlatih di Spanyol demi menghadapi persaingan di Asian Games.

"Kami banyak berkorban untuk pergi ke Spanyol, berlatih, dan mempersiapkan diri untuk pertandingan ini. Jadi, setidaknya kami mendapatkan medali, dan itu sangat baik bagi kami," ujar Beatrice.

Medali perunggu tersebut menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi Beatrice, terutama karena ia sebelumnya tidak berhasil membawa pulang medali ketika tampil di Asian Games melalui cabang olahraga tenis.

Ia juga merasa padel memiliki karakter yang sesuai dengan dirinya karena sama-sama menawarkan nomor ganda, yang menjadi nomor favoritnya ketika masih aktif sebagai petenis.

"Itulah sebabnya saya mulai bermain padel. Di tenis saya memang lebih menyukai ganda," kata Beatrice.

Ia mengaku menyukai permainan cepat dan aksi di depan net yang banyak ditemui dalam permainan ganda. Selain menyenangkan, Beatrice juga merasa padel memberikan manfaat terhadap kemampuan bermain tenisnya ketika masih aktif.

"Saya suka melakukan volley, poin-poin cepat, dan mendapatkan poin dari depan net. Itu sebabnya saya mulai menyukai padel," kata Beatrice.

Beatrice mencatatkan beberapa keberhasilan di cabang olahraga tenis, termasuk dalam ajang Grand Slam junior. Pada 2008 ia dan pasangannya Jessy Rompies mencapai semifinal US Open junior. Ia juga mencapai smeifinal Australian Open junir pada 2009.

Pada SEA Games Manila 2019, Beatrice meraih medali perunggu ganda campuran, medali emas ganda putri. Pada SEA Games Hanoi 2021, ia meraih medali perunggu beregu putri dan medali perunggu ganda putri.

Pada SEA Games Kamboja 2023, ia meraih medali perunggu ganda campuran dan ganda putri, dan medali emas pada beregu putri.

Kini, setelah berhasil meraih medali Asian Games melalui cabang olahraga berbeda, Beatrice mengaku pencapaian tersebut menjadi buah dari motivasi untuk kembali berkompetisi setelah sebelumnya merasa sudah menutup karier olahraga profesionalnya.

"Motivasinya adalah saya ingin mencoba kembali di pertandingan internasional, karena saya tidak mendapatkan medali terakhir kali," ujar Beatrice.