Keterbatasan tidak berhenti pada unit kendaraan. Penggunaan APD bagi para personel di lapangan masih jauh dari standar internasional. Mahal tingginya harga alat menjadi kendala utama pengadaan.
"Kalau mau standar internasional, satu set APD tahan api untuk satu personel itu harganya bisa seharga kendaraan Avanza, nyaris Rp200 jutaan. Jadi yang kita pakai sekarang standar lokal tahan panas saja. Bahkan untuk evakuasi hewan, anggota belajar otodidak pakai alat seadanya," jelasnya.
Imbas dari minimnya perlengkapan khusus penyelamatan hewan liar, risiko cidera kerap mengintai petugas. Ujang menceritakan salah satu anggotanya sempat dilarikan ke rumah sakit usai diserang hewan liar saat bertugas.
"Anggota kami, Pak Edi, kemarin sampai digigit monyet dan harus dapat tujuh jahitan di RS Kencana. Itu karena keterbatasan prasarana perlindungan," ungkapnya.